Minggu, 30 September 2012

Kriptografi


• “Crypto” berarti “secret” (rahasia) dan “graphy” berarti
writing” (tulisan). Cryptography adalah sebuah kumpulan
teknik yang digunakan untuk mengubah informasi/pesan
(plaintext) kedalam sebuah teks rahasia (ciphertext) yangPengamanan dengan menggunakan cryptography membuat
pesan nampak. Hanya bentuknya yang sulit dikenali karena
seperti diacak-acak.
Pada cryptography pengamanan dilakukan dengan dua
cara, yaitu transposisi dan substitusi.
a. Pada penggunaan transposisi, posisi dari huruf yang
diubah-ubah,
b. Pada penggunaan substitusi, huruf (atau kata)
digantikan dengan huruf atau simbol lain.
kemudian bisa diubah kembali ke format semula.
• Pelaku atau praktisi kriptografi disebut cryptographers.
Sebuah algoritma kriptografik (cryptographic algorithm),
disebut cipher, merupakan persamaan matematik yang
digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi.
Algoritma kriptografi klasik:
Chiper Substitusi (Substitution Chipers)
Chiper Transposisi (Transposition Chipers)
Chiper Substitusi
• Ini adalah algoritma kriptografi yang mula-mula digunakan
oleh kaisar Romawi, Julius Caesar (sehingga dinamakan
juga caesar chiper), untuk menyandikan pesan yang ia
kirim kepada para gubernurnya.
• Caranya adalah dengan mengganti (menyulih atau
mensubstitusi) setiap karakter dengan karakter lain dalam
susunan abjad (alfabet).
• Misalnya, tiap huruf disubstitusi dengan huruf ketiga
berikutnya dari susunan abjad. Dalam hal ini kuncinya
adalah jumlah pergeseran huruf (yaitu k = 3).
Tabel substitusi:
pi : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
ci : D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C
Contoh 1. Pesan
AWASI ASTERIX DAN TEMANNYA OBELIX
disamarkan (enskripsi) menjadi
DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA
• Penerima pesan men-dekripsi chiperteks dengan menggunakan tabel
substitusi, sehingga chiperteks
DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA
dapat dikembalikan menjadi plainteks semula:
• AWASI ASTERIX DAN TEMANNYA OBELIX
Chiper Transposisi
• Pada chiper transposisi, plainteks tetap sama,
tetapi urutannya diubah. Dengan kata lain,
algoritma ini melakukan transpose terhadap
rangkaian karakter di dalam teks.
• Nama lain untuk metode ini adalah permutasi,
karena transpose setiap karakter di dalam teks
sama dengan mempermutasikan karakter-karakter tersebut.
Contoh 2. Misalkan plainteks adalah
DEPARTEMEN TEKNIK KOMPUTER BSI
• Untuk meng-enkripsi pesan, plainteks ditulis secara horizontal
dengan lebar kolom tetap, misal selebar 6 karakter (kunci k = 6):
DEPART
EMENTE
KNIKKO
MPUTER
BSI
• maka chiperteksnya dibaca secara vertikal menjadi
DEKMBEMNPSPEIUIANKTRTOETEOR
Untuk mendekripsi pesan, kita membagi panjang chiperteks
dengan kunci. Pada contoh ini, kita membagi 30 dengan 6 untuk
mendapatkan 5.
• Algoritma dekripsi identik dengan algoritma enkripsi. Jadi, untuk
contoh ini, kita menulis chiperteks dalam baris-baris selebar 5
karakter menjadi:
DEKMB
EMNPS
PEIUI
ANKT
RTKE
TEOR
• Dengan membaca setiap kolom kita memperoleh pesan semula:
• DEPARTEMEN TEKNIK KOMPUTER BSI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar