•
“Crypto” berarti “secret” (rahasia) dan “graphy” berarti
“writing”
(tulisan). Cryptography adalah sebuah kumpulan
teknik yang digunakan untuk mengubah informasi/pesan
(plaintext) kedalam sebuah teks rahasia
(ciphertext) yangPengamanan dengan menggunakan cryptography membuat
pesan
nampak. Hanya bentuknya yang sulit dikenali karena
seperti
diacak-acak.
Pada cryptography pengamanan dilakukan dengan dua
cara,
yaitu transposisi dan substitusi.
a.
Pada penggunaan transposisi, posisi dari huruf yang
diubah-ubah,
b.
Pada penggunaan substitusi, huruf (atau kata)
digantikan dengan huruf atau simbol lain.
kemudian
bisa diubah kembali ke format semula.
•
Pelaku atau praktisi kriptografi disebut cryptographers.
Sebuah algoritma kriptografik (cryptographic algorithm),
disebut
cipher, merupakan persamaan matematik yang
digunakan
untuk proses enkripsi dan dekripsi.
Algoritma
kriptografi klasik:
•
Chiper Substitusi (Substitution Chipers)
• Chiper Transposisi
(Transposition Chipers)
Chiper
Substitusi
•
Ini adalah algoritma kriptografi yang mula-mula digunakan
oleh
kaisar Romawi, Julius Caesar (sehingga dinamakan
juga
caesar chiper), untuk menyandikan pesan yang ia
kirim
kepada para gubernurnya.
•
Caranya adalah dengan mengganti (menyulih atau
mensubstitusi) setiap karakter dengan karakter lain dalam
susunan abjad (alfabet).
• Misalnya, tiap huruf disubstitusi dengan huruf ketiga
berikutnya dari susunan abjad. Dalam
hal ini kuncinya
adalah jumlah
pergeseran huruf (yaitu k = 3).
Tabel
substitusi:
•
pi : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
•
ci : D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C
Contoh
1. Pesan
AWASI
ASTERIX DAN TEMANNYA OBELIX
disamarkan
(enskripsi) menjadi
DZDVL
DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA
•
Penerima pesan men-dekripsi chiperteks dengan menggunakan tabel
substitusi,
sehingga chiperteks
DZDVL
DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA
dapat
dikembalikan menjadi plainteks semula:
• AWASI ASTERIX DAN
TEMANNYA OBELIX
Chiper
Transposisi
•
Pada chiper transposisi, plainteks tetap sama,
tetapi urutannya diubah. Dengan kata lain,
algoritma ini melakukan transpose terhadap
rangkaian karakter di dalam teks.
• Nama lain untuk metode ini adalah permutasi,
karena transpose setiap karakter di dalam teks
sama
dengan mempermutasikan karakter-karakter tersebut.
Contoh
2. Misalkan plainteks adalah
DEPARTEMEN
TEKNIK KOMPUTER BSI
•
Untuk meng-enkripsi pesan, plainteks ditulis secara horizontal
dengan lebar kolom tetap, misal selebar 6 karakter (kunci
k = 6):
DEPART
EMENTE
KNIKKO
MPUTER
BSI
•
maka chiperteksnya dibaca secara vertikal menjadi
DEKMBEMNPSPEIUIANKTRTOETEOR
Untuk
mendekripsi pesan, kita membagi panjang chiperteks
dengan
kunci. Pada contoh ini, kita membagi 30 dengan 6 untuk
mendapatkan
5.
• Algoritma dekripsi identik dengan algoritma enkripsi. Jadi, untuk
contoh
ini, kita menulis chiperteks dalam baris-baris selebar 5
karakter menjadi:
DEKMB
EMNPS
PEIUI
ANKT
RTKE
TEOR
•
Dengan membaca setiap kolom kita memperoleh pesan semula:
• DEPARTEMEN TEKNIK
KOMPUTER BSI